Pengalaman Kerja Di BUMN

Pendapat saya sebagai gen Z yang baru memasuki dunia kerja. Perusahaan BUMN merupakan wadah dan sarana yang tepat, dengan adanya fasilitas atau teknologi yang tersedia membuat saya semakin terupgrade. Ada saja hal yang saya pelajari setiap harinya.

Aturan setiap perusahaan tentu berbeda – beda namun ternyata tak se kaku apa yang saya pikirkan sebelumnya. Pada beberapa kesempatan memperbolehkan atau menerapkan aturan berbusana lebih santai, namun ada saatnya harus memakai pakaian kerja resmi. Kebijakan yang cukup fleksibel membuat nervous saat kerja atau gugup hingga panik sedikit teratasi.

kerja BUMN

Sudah menjadi hal umum bagi perusahaan untuk memiliki fasilitas olahraga. Kesehatan dari sumber daya manusianya sangat berpengaruh dalam produktifitas kerja. Baik menyediakan meja tenis,arena bulu tangkis, tenis lapangan, bahkan ada papan billiard & alat musik band bagi pecinta musik. Penyediaan area olahraga dan bermain ini akan bermanfaat untuk membuat karyawan refresh kembali setelah bekerja. Dengan begitu mereka akan mampu memaksimalkan ide serta gagasan menjadi peluang ekonomi digital yang mumpuni.

Adanya jenjang karir sehingga bisa meniti karir perlahan menuju atas. Selain itu tunjangan lebih teratur dan terprosedur bagi setiap posisi atau jenjang jabatan.
Ada pula tunjangan tambahan bila melakukan perjalan dinas atau keluar kota.

Wajib ikut asuransi ketenagakerjaan sebagai manajemen resiko sehingga akan semakin aman dan nyaman dalam bekerja.

Modal perusahaan dari negara, selama negara berdiri maka perusahaan akan tetap ada dan berjalan.

Memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Bahkan beberapa perusahaan menyediakan beasiswa bagi pegawainya untuk melanjutkan studi ke jenjang program S2 dan S3.

Karena belum banyak pengalaman menurut saya penghasilan yg didapat cukup untuk biaya hidup sendiri bahkan membiayai kuliah karyawan/online. Banyak perubahan positif yang saya dapatkan.

Konsekuensi

  1. Siap ditempatkan di seluruh wilayah kerja
  2. Di masa probation, sebagai karyawan baru harus mampu menunjukan performa yang disebutkan ketika wawancara. Akan diamati dan dinilai kinerjanya. Perusahan tidak mengeluarkan biaya yang sedikit dalam proses rekrutmen sehingga saat resign sepihak dapat terkena denda atau penalti.
  3. Duduk sepanjang hari meningkatkan risiko obesitas, penggunaan komputer yang lama juga dapat menyebabkan masalah seperti mata kering dan pedas. Ada baiknya jalan – jalan sebentar agar dapat fokus kembali.
  4. Cenderung dikejar – kejar urusan pekerjaan meski sudah berada di rumah, ketika waktu bekerja sudah selesai ganti fokus pada urusan rumah.
  5. Pola makan kurang teratur karena sibuk, bisa meningkatkan risiko penyakit juga dehidrasi.

stress kerja

Beberapa problem dapat diatasi jika mau aware dengan diri sendiri.Bagi pekerja, memiliki badan yang sehat memberi banyak manfaat yakni lebih sedikit absen dari pekerjaan, produktivitas lebih besar, dan terhindar dari stres. Tentunya lebih hemat pengeluaran perawatan kesehatan. Sejauh ini rasanya cukup berkesan bagi saya pribadi.

Saya pernah bekerja di salah satu BUMN di indonesia selama 2 tahun dengan sistem kontrak proyek. Setiap harinya saya bernteraksi dengan temen-temen karyawan yang memang pegawai permanen BUMN.

Dari segi SDM, BUMN mempunyai sistem saringan yang cukup ketat sehingga mempunyai tenaga2 yang berpotensi. Hanya aja, sebagai BUMN, mereka yang berpotensi ini seperti terkunci bakat dan potensinya karena limitasi2 berkarya di BUMN.

Kalau di perusahaan swasta, jika anda berprestasi maka besar kemungkinan karir anda melejit naik. Namun, di BUMN itu hanya salah satu faktor setelah lamanya masa bakti karir dan lamanya pengalaman anda. Dengan kata lain, sistem karirnya “urut kacang” dimana yang lebih senior dan berpengalaman yang didahulukan.

Ditambah lagi, apabila BUMN itu sistem korperasinya besar yang padat karya, maka kesempatan untuk mendapatkan promosi dengan cepat sepertinya tidak mudah.

Disisi lain, BUMN menawarkan benefit2 yang membuat karyawanya nyaman. Sebagai perusahaan pelat merah, kecil kemungkinan perusahaan akan gulung tikar sehingga besar kemungkinan anda bisa bekerja disana hingga usia pensiun. Hampir jarang saya dengar pegawa BUMN di pecat (kecuali karena kasus-kasus yang luar biasa). Tak jarang hal ini menciptakan “zona nyaman” yang membuat sebagian karyawan BUMN menjadi less “inovatif”dan “just work as business as usual”.

Terlepas dari poin-poin diatas, temen-temen saya yang di BUMN mendapatkan work-life balance yang pastinya ada kebanggan tersendiri bekerja di perusahaan nasional tersebut.

Leave a Reply